I Do Appreciate Small Simple Matters

Suatu pagi, seperti pagi-pagi biasanya dimana saya melaksanakan ibadah Subuh sekitar pukul 5.15. Selesai Subuh saya sempat ingin langsung mandi saja. Tapi yahhh Jin malas tetap lebih kuat, sekuat Samson yang pacarnya Delilah ituhhh. Nggak nyambung? Bodo. Blog, blog sayah :p

Jam menunjukkan sekitar pukul 06.20 ketika telepon selular saya berdering. Hanya nomer, nggak tertera nama. Saya angkat.

Saya: “Halo.”

Yang telepon: “Mba, bareng yuk, ntar gw keluar tol jemput loe dulu”

Saya: *masihmabokbantal* “Hah??” Siapa ni?? (Sebenernya dari suaranya aja saya udah tahu siapa yang telepon, tapi entah kenapa saya masih tetap nanya).

Yang telepon: “Ini Ayu.”

Saya: “Gw belum mandi, Ay..”

Yang telepon, eh Ayu maksudnya: “Bla bla bla bla bla.” (karena ngantuk saya nggak gitu ngerti dia ngomong apa. Hehehe)

Saya: “Loe duluan aja Ay.. Belum mandi gw..”

Ayu: “Iya deh..”

Telepon ditutup. Saya melihat telepon selular saya yang satu lagi. Cieeee yang henponnya tigaaaaa Cieeeee. Eksis nih yeeee. Ok stop, stop ngelantur esti.

Di telepon saya yang lain ternyata terlihat whatsapp dari Ayu sebelum ia menelepon saya. ‘Mba, berangkat bareng yuk. Gw lagi bawa mobil.’ Bgitu kira-kira whatsapp dari Ayu.

Saya membalas whatsappnya, ‘Tau begitu tadi abis Subuh gw langsung mandi, Ay..’ Ayu membalas dengan tertawa dan bilang, ‘Ywda sana mandi dulu, gw juga masih sarapan, ntar juga mau isi bensin dulu.’

image

Ayu Ribka

Saya sempat terdiam. Singkatnya, akhirnya saya langsung beranjak mandi dan berangkat bersama Ayu yang menjemput saya di pintu tol.

Apa yang Ayu lakukan meninggalkan kesan tersendiri di hati saya. Pertama, dari kalimatnya “Mba, berangkat bareng yuk.” bukan dengan kalimat, “Mba, mau bareng gak?”. Dua jenis kalimat yang berbeda makna menurut saya. Kalimat ajakan Ayu seperti mencerminkan ia benar-benar ingin mengajak saya berangkat bareng, bukan sekedar menawarkan berangkat bareng ke kantor.

Kedua, ketika saya bilang saya belum mandi, Ayu tidak lantas berkata, “Yahhh ya udah deh (gak jadi bareng).” Tapi berkata, “Ywda sana mandi dulu..” Sekali lagi, dimata saya itu mencerminkan niat baik Ayu yang benar-benar mengajak saya berangkat kantor bareng.

Ketiga, Ayu langsung bilang, “Ntar gw keluar tol dulu jemput loe.” Yup, untuk bisa berangkat bareng saya Ayu mau keluar tol – jemput saya – trus masuk tol lagi. Yahh, uang tolnya memang cuma 1000 rupiah, tapi saya tahu niat Ayu lebih jauh/ jauh lebih besar dari pada selogam atau selembar 1000an. Hari gini, jarang ada yang dengan suka rela keluar tol demi untuk menjemput seorang teman.

Saya menceritakan ini bukan sembari berharap Ayu akan melakukan hal serupa untuk saya dikemudian hari. Biarpun Ayu tidak melakukannya lagi, apa yang Ayu lakukan hari itu akan menjadi kesan tersendiri dalam catatan kaki perjalanan hidup saya. Ada nilai pertemanan yang saya dapatkan.

I do really appreciate it. Yes, I do appreciate small simple matters, just like what Ayu did. Terima kasih Ay.. :)

Dipakai Di Kuping Atau Di Hidung???

Ini adalah salah satu kekonyolan yang terjadi di kantor saya.

Pada suatu siang, di salah satu ruangan kerja di sebuah perusahaan…

Saya yang waktu itu sedang tidak enak badan, memutuskan untuk menggunakan oksigen. Saya memang memiliki oksigen kaleng yang selalu tersimpan di belakang bangku kerja saya. Oksigen tersebut biasa saya gunakan dengan menggunakan selang yang menyalurkan oksigen di kaleng melewati hidung saya. Dengan kata lain, salah satu ujung selang oksigen dimasukkan ke salah satu lubang hidung saya.

Belum lama saya menggunakan oksigen itu terjadilah kejadian berikut ini:

Saya: *agak menunduk supaya tidak terlalu terliat menggunakan oksigen*

Mba Hermi: “Esti, orang mah biasanya makenya di kuping bukan di idung”.

Saya: Heh??? *bingung*

Mba Hermi: “Iya, loe mah makenya malah di idung”.

Saya: *mulai merasa bercandaan mba hermi ga lucu* “Apaaan sih Mba???”

Mba Hermi: “Itu, loe pake earphone kan??!?”

Saya: *melongo* *hening*…  ”Huahahahahahahaha”

Mba Hermi: *Bengong*

Saya: “Gw lagi pake oksigen taukkkk, bukan earphoneeee”.

Mba Hermi & Saya: “Huahahahahahaha” *ketawa sampe susah berenti*

Menurut pengakuan Mba Hermi, dia bener-bener mengira yang saya pakai itu earphone, karena ujung selang mirip dengan earphone.

Yassalammmm.. Mba Hermiiii, “ngelawak” ajah siang-siangggg, mana lagi bulan puasaaaa.

Ini tabung oksigen 

gambar 

Sekian.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

:)

Gambar tabung oksigen diambil dari sanesmedical.wordpress.com

Itu Keputusan Mu?? Yakin??

Hai :-) Sudah lama sekali saya meninggalkan blog ini. Alasannya?? Bekerja dan main. Hehehehe. Terjadi pergantian struktural di kantor dan somehow semuanya menjadi begitu padat. Jikalaupun ada waktu luang saya memilih main tidak di depan PC, karena tubuh saya dengan segala kondisinya tidak dapat lagi selalu bertahan lama di depan PC. Jadilah blog ini terbengkalai.

Sampai dengan beberapa hari lalu. Mampir dua buah komen ke postingan terakhir saya, dari Aldriana yang karya-karya gambarnya selalu saya suka dan dari Mas Razi. Dua komentar mereka sedikit banyak menyemangati saya untuk kembali menulis di blog. Well, terima kasih ya Ald, nggak nyangka masih mau mampir di blog saya meskipun sudah tak ter-update lama. Terima kasih juga untuk Mas Razi :-)

And, here we goes,

Saya selalu diingatkan untuk tidak mengambil keputusan apapun pada emosi meninggi. Emosi meninggi bukan hanya berarti marah, namun juga ketika terlalu senang, dan terlalu sedih.

Pernahkah kamu merasa sudah berbuat yang terbaik yang kamu bisa, namun ternyata tidak cukup baik bagi pihak lain??

Saya pernah.

Adatitik atau waktu dimana kita akan memutuskan bahwa kita harus berhenti. Bukan berhenti karena menyerah. Namun berhenti untuk memulai lagi. Sesuatu yang baru.

Bagaimana kalau keputusan kita salah?? Bagaimana kalau ternyata keputusan yang sudah kita buat tidak juga memperbaiki apa yang kita ingin perbaiki?? Biasanya akan ada keraguan ketika ingin memutuskan sesuatu. Disatu sisi keraguan dapat membuat kita tidak terburu-buru mengambil keputusan dan kembali menganalisa pertimbangan-pertimbangan apa saja yang melandasi keputusan yang kita ambil. Namun di sisi lain, keraguan yang terlalu besar, dapat membuat perjalanan hidup kita tersendat, macet, atau malah stuck (dengan atau tanpa kita sadari).

Tanyakan pada diri sendiri, apakah saya terlalu cepat mengambil keputusan ini?? Atau apakah saya sedang emosi ketika mengambil keputusan ini??

Saya pernah bertanya pada seorang sahabat. Bagaimana cara mengetahui apakah keputusan kita hasil emosi semata atau tidak? Sahabat saya menjawab, tunggu sampai keadaan baik-baik saja. Keadaan kita dan juga keadaan di sekitar kita. Pada saat semuanya sudah kembali normal, apakah kita masih memiliki keputusan yang sama??? Bila ya, berarti keputusan tersebut adalah keputusan yang matang, bukan sekedar karena emosi.

Hal lain yang harus selalu diingat adalah dalam setiap keputusan pasti akan ada konsekwensi-konsekwensi yang harus diambil. Bila keputusan sudah matang, seharusnya kita juga sudah siap menerima segala konsekwensi yang ada.

Seorang manusia dewasa diberi hak untuk memutuskan segala sesuatu dalam hidupnya, dengan mendengarkan berbagai pendapat dari pihak lain, kemudian dapat menyeimbangkan pendapat-pendapat tersebut dengan kata hati juga logikanya sendiri.

Selamat memutuskan, teman ;-)

 

 

 

Gambar diambil dari www.sesawi.net & www.denipriyatin.blogspot.com

SNAPWORDS – Kenangan

Kau Tak Akan Terganti

Fauzi Syuaib. Saya kembali teringat nama itu ketika tidak sengaja mendengar lagu ‘Tak Akan Terganti’ diputar oleh adik saya di rumah.

Ia akrab dipanggil dengan “Bang Ojie’. Usianya sekitar 40tahunan kala itu. Ya, sekitar hampir 3 tahun yang lalu.

Tahun itu tahun dimana saya dan beberapa teman memutuskan bahwa kami harus jadi sarjana tahun itu juga. Lebih cepat satu semester dari titik normal. Hanya ada waktu 4 bulan untuk kami menyelesaikan skripsi.

Saya, memilih Bang Ojie sebagai Dosen Pembimbing. Dosen yang awalnya amat saya “segani”. Dosen yang awalnya sangat tidak menarik saya untuk berdekat-dekatan. Salahnya bukan pada Bang Ojie. Tapi pada saya, mahasiswa malas. Diawal-awal mata kuliah bersama Bang Ojie, beliau selalu berusaha membuat mahasiswanya mau membaca buku, lalu beliau akan menanyakan ilmu yang terkandung di dalam buku tersebut. Pokoknya saya melihat beliau sebagai dosen yang ‘strik’.

Namun dibalik itu semua, saya tahu Bang Ojie punya kualitas. Karena itu tanpa berpikir dua kali saya menginginkan beliau untuk dapat menjadi Dosen Pembimbing Skripsi saya. Dan bukan hanya saya. Begitu banyak mahasiswa yang juga ingin dibimbing skripsi oleh Bang Ojie. Kami berusaha saling mendahului “meminang” Bang Ojie, karena kalau sudah terlalu banyak yang ‘meminang’ akan ada nama-nama yang “dilempar” ke dosen lainnya.

Anggaplah saya beruntung, saya menjadi salah satu mahasiswa bimbingan beliau.

Saya memilih tema skripsi yang berhubungan dengan “Pesohor”, seseorang yang terkenal atau dikenal orang banyak melalui karyanya. Fira Basuki, seorang penulis, novelis sekaligus Pemimpin Redaksi salah satu majalah terkenal adalah pesohor yang saya pilih.

Seorang pesohor tentu saja memiliki kesibukan sendiri. Di awal saya ragu bahwa saya bisa mendapatkan cukup data dengan kesibukan Mba Fira. Dan Bang Ojie menyemangati saya. Memberikan tips-tips. Entah bagaimana nyatanya bisa membuat saya lebih percaya diri.

Terkadang memang ada pemikiran-pemikiran Bang Ojie yang saya rasa agak sulit saya cerna. Saya dan beberapa teman satu bimbingan berusaha mengira-ngira bagaimana sebenarnya maksud dari pembicaraan Bang Ojie. Hahahahaha. Ini tentu karena tingkatan otak kami yang ada dibawah Bang Ojie.

4 Bulan. Ditengah-tengah perjuangan kami ragu apakah kami benar-benar sanggup menyelesaikan skripsi tahun itu.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Berusaha semaksimal mungkin. Jangan cepat menyerah.” Begitu Bang Oji pernah berkata.

Bimbingan dengan Bang Oji bukan hal yang mudah. Entah berapa kali kami bimbingan sampai larut malam, di atas jam 10. Anehnya, sesulit apapun bimbingan dengan beliau, saya dan teman-teman terus menurutinya. Kami patuh. Entah karena keinginan kami yang begitu kuat untuk lulus cepat, atau karena karisma seorang Fauzi Syuaib.

Ditengah kejaran waktu, kepenatan, kepanikan, kelelahan, ketika bimbingan saya dan teman-teman beberapa kali menyanyikan lagu ‘Tak Akan Terganti’ bersama dengan Bang Ojie. Lagu itu menjadi salah satu lagu favorit Beliau. Lagu yang menurut Bang Ojie merupakan lagu untuk Bunda, istrinya. Saya pribadi merasa moment tersebut adalah moment favorit saya kala itu.

Saya ingat, waktu menjenguk Beliau di RS Sumber Waras dan beliau akan menggambarkan peta menuju rumahnya yang baru dibangun, Beliau meminta pulpen dan kertas. Saya dan teman-teman langsung sibuk mengaduk-aduk isi tas. Kemudian, saya yang pertama mengeluarkan sebuah block note lalu saya berikan kepada beliau.

“Nah gitu dong. Jadi penulis, bergaul dengan penulis itu harus selalu bawa buku dong.” Ucap Bang Ojie sambil mencoret-coret block note saya. Saya cuma bisa nyengir.

Akhirnya skripsi bisa diselesaikan tepat waktu. Saya ingat saya berlari-lari di lorong kampus menuju sekretariat karena waktu mengumpulkan tinggal sedikit. Setahu saya dan teman-teman, waktu sidang biasanya 5 hari sampai satu minggu setelah skripsi dikumpulkan.

Namun biasanya tidak selalu terjadi seperti biasanya.

Sorenya, dihari yang sama, saya diberitahu bahwa sidang skripsi saya akan diadakan esok siangnya.

Saya bukan hanya terkejut, tapi juga setengah syok. Saya belum ada persiapan apapun untuk sidang. Ingin membuat presentasi seperti apa juga belum terbayang di kepala saya.

Setelah mengetahui kabar itu saya duduk di depan (antara) Blog Cafe dan Restoran Korea yang ada di fisip. Nggak lama, Bang Ojie datang menghampiri saya. Beliau duduk di sebelah kiri saya.

“Gimana?” Tanya beliau.

“Saya sidang besok siang, Bang…” Jawab saya. Datar dan lemas berbaur.

Bang Ojie sempat terdiam. Sama seperti saya, memandang ke depan.

Tiba-tiba Bang Oji merangkul saya seperti seorang ayah.

“Ya udah gak apa-apa. Pasti bisa kok.” Ujarnya.

Saya masih diam sesaat.

“Saya belum siapin apa-apa, Bang…”

“Kamu bisa kok. Udah tenang aja…” Ujar Bang Ojie lagi.

Beliau kemudian mengusap-usap pundak saya. Berusaha menenangkan. Berusaha membuat saya percaya diri dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

Mungkin Bang Ojie nggak pernah tahu bahwa apa yang ia lakukan sore itu bernilai sesuatu untuk saya. Saya nggak pernah menyangka akan ada rangkulan dan usapan seperti itu. Ditambah kalimat-kalimat (sederhana) penyemangat. Semuanya yang sore itu seolah khusus diberikan hanya untuk saya dari seorang Fauzi Syuaib.

Dan sidang skripsi pun terlewati. Saya baik-baik saja. J

Bang Ojie sudah tiada. Penyakit komplikasi menggerogoti tubuhnya, kemudian Tuhan mengambil Beliau untuk menghilangkan sakitnya….

Bagaimana di atas sana, Bang? Saya sangat berharap, berdoa Abang benar-benar sudah bahagia di sana…

Mahasiswa yang sekarang kurang beruntung, Bang… Karena mereka belum sempat kenal Abang…

Seperti lagunya Kahitna itu, Bang…

Kau tak akan terganti…

Dihati saya Abang dosen paling keren, paling cool, dan juga paling bijak…

Di hati mahasiswa yang sempat mengenal Abang lebih dekat, dan tentunya mahasiswa-mahasiswa bimbingan Abang…

Di hati kami… Kau tak akan terganti, Bang…


Dari Game King, Pakaian, Sampai Wave 525

Hai!

Selamat Tahun Baruuuuuuuuuu!!

Udah lama banget nggak posting dan nggak blogwalking. Huufff.

So, today is the second day in 2011. Alhamdulillah :)

Mau apa ya… Mau majang resolusi buat 2011, eh jujur aja saya belum buat resolusi apa-apa. Lagian, emang harus buat ya?? Kayak Pe eR aja.

Well, setiap orang pasti punya keinginan buat waktu-waktu mendatang. Kamu pasti juga. Saya juga. Entah sebutannya resolusi atau apa. Tapi yang pasti saya juga punya harapan lah yang saya inginkan buat bisa terkabul tahun ini ;)

Oks, beralih ke topik lain.

Di bulan-bulan penghujung tahun 2010 saya punya beberapa barang berkesan. Ada yang pemberian, ada juga yang beli sendiri.

1. Game King II – Game Portabel.

Ini game portable jadul gitu. Hehehehe. Jadi ceritanya, orang-orang yang seruangan kerja sama saya pasti tahu kalau saya suka main game. Apalagi kalau udah penat banget sama kerjaan, tapi saya nggak bisa keluar kantor.

Diantara orang-orang yang seruangan sama saya adalah Asmen saya. Bu Rinda, begitu saya manggil si Ibu. Entah ada angin apa, tiba-tiba Bu Rinda nanya sama saya,

“Shin, kamu mau mobil remote control apa game?” (Bu Rinda manggil saya Shincan. Ketawa deh loe)

Saya tentu aja heran kenapa si ibu nanya begitu. Setelah saya tanya balik, dia bilang dia sempet janji sama dirinya sendiri kalau pas ulang tahun saya oktober lalu, dia mau kasih saya kado tapi belum kesampaian. Jadi deh, dia suru saya milih mau RC atau Game Portabel. Sambil cengar cengir saya bilang, “Game juga boleh.” Hihihihihi. Tapi saya bilang, jangan yang mahal-mahal. Karenaaaa.. yah saya nggak enak aja sama si ibu. Hehe.

And theeennnnnn.. pergilah si ibu ke ASEMKA. Di sana banyak mainan dengan harga miring. Tapi namanya juga ibu-ibu, jarang ada yang ngerti tentang game-game begituan. So, jadi deh dia beliin game king buat saya. Kata si ibu tadinya dia pengen beliin kaset gamenya sekalian, tapi lagi abis.

Udah ni. Besoknya, hari Minggu, tiba-tiba si ibu sms saya, nanya ukuran jari saya berapa. Katanya dia mau beliin saya cincin. Eh aji buneng! Ada ape nih! Saya nanya, dalam rangka apa si ibu beliin saya cincin. Kata dia dalam rangka dia takut dia beliin game yang salah buat saya. Hahahahahaha. Ah si ibu. Kayaknya dia udah nyadar deh klo game yang dia beli versi jadul gimana gitu. Hahahaha.

Game King II dari Bu Rinda

Saya bilang saya nggak tahu berapa ukuran jari saya. Selain supaya si ibu nggak repor-repot jadi beliin cincin buat saya, itu juga karena saya emang nggak tahu ukuran lingkar jari saya.

Trussss, besoknya di kantor Bu Rinda ngasih saya Game King II plus cincin yang dalemnya ada mata magnetnya (kalo si ibu nggak ngasih tahu, gw juga mana tahu tu cincin ada magnetnya.

Game King II and "the cincin"

Sampai sekarang saya belum berhasil menemukan kaset dari Game King II. Sejadul apapun Game King, buat saya sih tetep asik buat dimainin. Dan tentu saja, sejadul apapun, Game King II punya saya itu salah satu hadiah yang akan terus saya simpan :) Makasih Bu Rinda :)


2. Kaos Dagadu JOGJA

Saya berhasil menambah koleksi kaos Indonesia saya. Mba Hermi, yang juga seruangan kerja dengan saya sempat pergi ke Jogja. Sebelum pergi, dia nanya, “Esti, mau oleh-oleh apa?” Saya jawab dengan ketenangan luar biasa sambil tersenyum manis semanis-manisnya, “Kaos yang ada tulisannya Jogja.” Makasih Mba Hermi :)

3. Kaos  Danau Toba – Pulau Samosir

Kali ini hasil oleh-oleh dari Mba Ida yang sempat pergi ke Medan nemenin Pak Dirut. Waktu saya ke Medan, saya pernah beli kaos tapi tulisannya “Brastagi.” Kaos Samosir Island dari Mba Ida tentu aja membuat saya senang karena lagi-lagi bisa menambah koleksi saya. Makasih Mba Ida :)


4. Baju Pangandaran (+ Baju Barong Bali)

Nah yang ini dari adik kesayangan saya :D Waktu dia ke Pangandaran, tanpa di komando, tentu aja dia nggak lupa beliin kakaknya baju yang ada tulisannya Pangandaran. Teteh a.k.a sahabat saya, Nda pernah juga beliin kaos bergambar ikan-ikan lucu dengan tulisan Pangandaran. Dapat baju pangandaran juga dengan model yang berbeda pastinyaaaa membuat saya bilang, “Asikkkk asikkkk asikkkk.” Hihihihihi.

Karena saya ini kakak yang kerennnnn, jadinya si adek kasih bonus oleh-oleh Kaos Barong Bali dengan warna yang udah lama saya pengeninnnn. Asiiikkkkkk (lagi). Kegedean gitu tapi. Nggak apa-apa lah nanti saya kecilin.

Makasih adeknya aku yang paling aku sayang di seluruh duniaaaaaaa :)

 

5. Kaos Lombok

Yang satu ini oleh-oleh dari Istrinya Dirut saya. Tapi agak PeeR juga nih, karena kegedean buat sayaaaa. Padahal warnanya putih, salah satu warna favorit saya. Rencananya sih mau saya kecilin. Tapi belum sempat. Tapi nanti pasti saya kecilin deh. Barengan sama kaos Barong Bali dari adek. Makasih Buuuu :) (nggak usah sebutin nama yah. Hihiy).


6. Samsung Wave 525

Yang ini bukan hadiah atau oleh-oleh. Yang ini saya beli sendiri. Hehehe. Iyah, setelah bingung menimbang-nimbang mau ganti henpon apa, akhirnya saya putuskan buat beli Samsung Wave 525 dengan OS Bada asli buatan Samsung.

Warnanya saya pilih yang Pink! Dan sukses membuat orang-orang terheran-heran, “Tumben loe pilih pink???”

Iya emang kenapa yak??? Mau pilih putih, saya pikir saya ini orangnya agak kurang gimana gitu. Jadi takut cepet keliatan kotor. Mau pilih hitam, elegan sih, ah tapi bosen. Akhirnya ya Pink aja deh. Lucu kok! Hihihihi. Banyak yang jadi pengen juga loh! Hahahahay.

Wave 525 punya saudara Wave 533. Bedanya, 533 itu hybrid text and touch screen. Jadi ada sliding keypadnya gitu. Buat saya sih, saya prefer yang nggak pake sliding keypad deh. Abisnya denger-denger rentan kalau sliding keypad gitu. Udah gitu bedanya sekitar 200ribu sama yang 525. 200ribu buat saya mendingan buat makan-makan hedonis kalau lagi sumpek, minum-minum hedonis di JCo atau Starbucks kalau lagi BT, atau main-main di time zone atau fun world atau karokean kalau lagi buntu ide, atau juga jalan-jalan menghirup udara luar di tempat-tempat wisata sekitar Jakarta.


Akhirnya sekarang saya pakai Wave 525. Udah sebulan lah kira-kira. So far sih saya puas. Melalui Samsung Apps, saya bisa unduh games gratis :p Ada game bola, namanya FIFA 10. Ini persis banget kayak di PS. Ada juga Time Crisis yang biasanya saya suka mainin di Time Zone atau Fun World. Selain games, melalui Samsung Apps juga menyediakan aplikasi social media seperti plurk, you tube, dan lain-lain. Ada juga aplikasi-aplikasi yang bisa menunjang kesehatan badan. Aplikasi berbagai kamus juga ada.

Wave 525 didukung sama kamera 3,2 pixel. Untuk mengambil gambar, bisa diatur sesuai kebutuhan. Seperti Night scene untuk mengambil gambar di malam hari atau di kegelapan, Firework scene untuk mengambil gambar kembang api, Scene Melawan Cahaya untuk mengatasi back light, Scene Olah raga untuk mengambil gambar bergerak. Itu semua baru sebagian.

Setelah mengambil gambar, kita bisa langsung melakukan berbagai editan langsung di Samsung Wave 525. Seperti cropping foto, mengedit pencahayaan, menambah teks pada foto, Merubah ukuran, Memutar letak foto, Gaya teks yang disisipkan juga bisa diatur.

Eits, Mode Smile Shoot juga ada loh. Itu tuhhhh yang bisa bikin kamera mengenali wajah orang dan membantu mengambil foto wajah mereka yang sedang tersenyum.

Mau pake buat Video juga oke nih Wave 525.

GPS oke (asal loe nggak punya kemampuan spasial minus aja kayak gw :p ).  Eh, Wave seri ini juga mensupport aplikasi-aplikasi Java. Jadi kita juga bisa unduh, misalnya Opera Mini supaya browsing jadi nggak mahal-mahal amat.

Waktu mengetik SMS, Bikin notes, Menggunakan FB dan Twitter melalui widget langsung dari Wave (bukan dari Opera Mini), kita bisa menggunakan Wave secara portrait maupun landscape. Touch Keypad akan otomatis berubah.

Overall, Samsung Wave 525 nggak kalah sama Blackberry (kan nggak semua orang pengen atau suka pake BB). Semuanya tinggal diatur sesuka hati. Tapi kalau bingung ya disarankan langsung datang ke Samsung Service Center.

Berikut contoh hasil jepretan pakai Wave 525

Koleksi Tanaman enyak babe di "Taman" Balkon ; Scene Mode 'Fall Color' (menekankan pd warna merah & hijau)

 

(Masih) Koleksi Tanaman Emak di Balkon; Scene Mode 'Melawan Cahaya'

 

Koleksi Mawar Kebanggaan Emak ; Scene Mode 'Melawan Cahaya'

7. Jaket INDONESIA

Jaket ini saya beli sendiri sebagai hadiah dari diri saya buat diri saya sendiri waktu Ulang Tahun saya di 2010. Udah lama banget saya pengen jaket Indonesia kayak gini. Tiba-tiba saya liat jaket ini dipajang di Toko Sport nggak jauh dari rumah. Saya beli deh. Waktu itu belum musim AFF. Jadi Jaket kayak gini belum naik daun dan harganya belum naik jadi selangit. Saya beli seharga 75ribu rupiah (untuk ukuran S). Bahannya pun kualitas yang internasional lah. Hahahahaha :D

Waktu AFF menggema, Jaket ini hampir selalu menemani saya ke kantor dan waktu nonton bareng. Hihihihi.


Well, sekian dulu update blog hari ini :)  Eh eh, hampir lupa. Tanggal 4 Januari alias hari Selasa, saya sama teman-teman seruangan plus Manajer dan GM sedivisi mau ngadain acara tuker kado plus makan-makan. Makanannya satu orang minimal bawa satu jenis makanan. Saya bawa apa?? Nanti deh saya kasih tahu di postingan berikutnya. Saya juga bakalan kasih tahu saya dapat kado apa. Hihihihihi.

Oktaviani, pamit dulu ya temans :)

Kamu Sudah Mandi Belum?

Jujur ya, dulu saya suka males mandi. Apalagi kalau pulang beraktivitas. Eits, meskipun dulu males mandi tapi badan saya pastinya wangiiiii donggggg. Gimana yah, wangi udah bawaan saya dari lahir siyyy. Hihihihiy.

Ummm saya males mandi bukan karena ‘males’, atau takut kena air kayak kucing, tapi karena ada “kelainan” dalam tubuh, kadang saya suka muntah-muntah kalau badan kena air dingin. Mandi pakai air hangat??? Yahhh. . lamaaa.. Saya males masak airnyaaaa.. :p

Tapi males mandi itu dulu.

Sekarang saya seneng banget mandi. Terutama begitu pulang kantor.

Saya nggak gitu peduli lagi kalau memang awalnya saya akan muntah-muntah di kamar mandi. Selama badan nggak lemas dan nggak sampai menggigil saya akan berlama-lama di bawah shower, membiarkan kucuran air membasahi tengkuk leher hingga kaki. Kemudian merasakan busa-busa sabun yang wangi. Tubuh biasanya terasa lebih enteng sesudah mandi. Kepala yang pusing atau sakit biasanya juga terasa lebih mendingan.

Ternyata mandi itu memang bermanfaat untuk kesehatan loh.

Melancarkan peredaran darah. Menurut hasil penelitian sebuah lembaga riset trombosit di Inggris, sering mandi pagi dengan air dingin, maka peredaran darahnya akan menjadi lebih lancar. Tubuh juga akan terasa lebih segar dan bugar. Eh, tapi ada yang bilang juga kalau perlu diperhatikan mandi air dingin juga bisa mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Meningkatkan sel darah putih. Masih menurut hasil studi di Inggris, mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih dalam tubuh. Bila sel darah putih dalam tubuh meningkat, maka daya tahan dan kemampuan tubuh dalam melawan virus pun akan semakin meningkat. Manfaat positifnya tubuh akan menjadi lebih prima dan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh selalu terjaga dengan baik.

Menurunkan resiko darah tinggi. Menurut Frederic Premji, seorang hipnoterapis dari The American Board of Hypnotherapy, mandi air dingin akan menurunkan resiko timbulnya darah tinggi, varises dan mengerasnya pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena mandi air dingin akan melancarkan seluruh sirkulasi darah ke organ-organ tubuh.

Meningkatkan kesuburan. Mandi pagi dengan air dingin memiliki efek positif bagi kesehatan reproduksi manusia. Manfaatnya yaitu untuk meningkatkan produksi hormone testosterone pada pria dan hormone estrogen pada wanita. Akibatnya, kesuburan dan gairah seksual pun akan semakin meningkat.

Memperbaiki kesehatan jaringan tubuh. Kebiasaan mandi pagi dengan air dingin setiap hari berdampak positif juga pada kesehatan jaringan tubuh manusia. Dengan kebiasaan ini, jaringan kulit akan semakin membaik, kulit tidak kering dan menjadi lebih kenyal. Mandi dengan air dingin juga mampu mengurangi noda dan lingkaran hitam pada bagian bawah mata. Sehingga, kesegaran wajah akan semakin terpancar. Sebaliknya bila mandi dengan air hangat, maka kulit lebih mudah keriput dan kurang kenyal. Mandi dengan air dingin juga berdampak positif pada jaringan kuku. Kuku pun akan menjadi lebih sehat, kuat dan tidak mudah retak.

Membuat rambut lebih sehat. Apa sih yang terjadi pada rambut bila dibilas dengan air dingin? Ternyata air dingin bisa menutupi kutikula rambut, sehingga mampu mengurangi kerontokan. Rambut pun akan lebih terlindungi dari kotoran-kotoran yang biasanya menempel pada kulit kepala. Dengan demikian rambut akan menjadi lebih sehat dan kuat.

Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi. Ritual mandi pagi dengan air dingin biasa dilakukan oleh para pejuang samurai Jepang tempo dulu. Ritual ini biasa disebut misogi dalam bahasa Jepang. Kebiasaan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan bisa menjalani hari-hari dengan penuh semangat. Terlepas dari ritual yang biasa dilakukan orang Jepang tersbut, rasanya memang logis ya bila mandi air dingin bisa berefek meredakan depresi dan stress. (Like I told you)

See?! Asyik nggak tuh mandi?? Eh eh sekarang saya lagi seneng-senengnya beli berbagai macam sabun cair yang wangi-wangiiiii. Hihihihi. Buat saya, wangi yang berbeda bisa menimbulkan feel yang berbeda juga. Misalnya, kalau wangi bunga lebih untuk feel relax, kalau buah-buahan untuk feel yang lebih semangat gitu :D

Sabun cair yang gampang banget ditemuin di supermarket

 

Shower Gel made in MLM

 

Lulur mandi wangi bunga

 

Kamu sudah mandi belum??

Yuk mandi yuukkkkkkkkkk *ambilhanduksamasabunwangitrusngeloyorkekamarmandi*

Sumber artikel dari sini

Trying

SNAPWORDS – Prioritas

Snapwords – Jangan Berhenti


*Talking to my self

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.