Sepucuk Surat Untuk Gendut

Untuk Gendut..

Hi Gendut. Aku nggak punya keinginan untuk memberitahumu tentang surat ini. Tapi aku akan tetap menuliskannya dan membiarkan saja kalau suatu hari kamu tahu, entah darimana atau dengan cara apa.

Well Gendut, aku cuma ingin minta maaf padamu. Kamu heran? Hmm.. aku mengerti kalau kamu heran. Begini, aku ingin minta maaf karena saat ini aku masih belum bisa mempercayaimu sebagai teman adekku sepenuhnya. Maaf untuk setiap pikiran burukku tentang kamu yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang aku dan akupun hanya mengetahui tentangmu dari sekelumit FB dan juga cerita adekku.

Hmm.. Gendut, adekku itu belum terbiasa atau belum pandai mengungkapkan apa yang dia rasakan, baik yg menyenangkan, membahagiakan, yang sedih ataupun yang membuatnya marah dan tidak nyaman. Aku tahu kamu pernah menjadi orang terdekat dari adekku, maka itu aku sebenarnya berharap kamu dapat lebih mengerti bagaimana ia dan perasaannya. Aku tahu Gendut, kamu sepertinya tidak pernah bermaksud untuk menyakitinya. Tapi pada kenyataannya kamu sempat menyakitinya, yah meskipun itu atas “kesempatan” yang secara tidak sadar diberikan adekku juga. Tapi Gendut, as i told u before, sebagai orang yang pernah sangat dekat dengannya aku berharap kamu bisa lebih mengerti dia, mengerti apa yang bahkan tidak dikatakannya, karena nada suaranya saja pasti sedikit banyak menggambarkan bagaimana perasaan adekku yang sebenarnya.

Anyway Gendut, aku kan ingin minta maaf ya, bukan malah “memprotes” kamu :p Well Gendut, aku minta maaf untuk setiap nada suara tidak mengenakkan dariku setiap adek menceritakan tentang kamu. Aku sungguh tidak pernah bermaksud untuk tidak menyukai dirimu sebagai seorang manusia, apalagi membencimu karena aku tahu aku tidak berhak untuk itu.

Maaf ya Gendut karena sangat sayangnya aku dengan adekku aku jadi terlalu ingin melindunginya dari laki-laki yang mungkin membuatnya bisa memutuskan untuk menangis sendiri di malam hari. Melindunginya dengan cara memperlihatkan “ketidaksukaanku” padamu dan aku tahu itu salah. Adekku itu meskipun suka bandel dan keras kepala, tapi dia sangat berusaha untuk dapat memahami setiap orang disekelilingnya, termasuk kamu, Gendut.

Maaf Gendut, Maaf… Sungguh aku minta maaf mengenai pandangan negatifku akan kamu hanya karena mengetahui sebagian kecil cerita tentang kamu… Sebagai seorang kakak, seharusnya aku bisa lebih objective dan seimbang memandang setiap orang disekeliling adekku, tak terkecuali kamu. Tapi ternyata aku belum bisa menjadi kakak yang baik untuknya Gendut… Maaf ya… (Kenapa untuk bagian ini aku juga minta maaf ke kamu ya??? hihihi) Dan itu membuatku sedih…

Gendut, aku akan coba belajar untuk lebih mempercayaimu sebagai teman adekku. Mencoba percaya bahwa kamu akan belajar untuk lebih mengerti bagaimana sudut-sudut terdalam dari hati seseorang, siapapun itu. Lebih dari itu aku akan coba belajar dengan sangat keras untuk mempercayai adekku sebagai seorang perempuan yang sudah dewasa dalam menentukan jalan hidupnya. Aku berkeinginan untuk dapat tetap ada untuknya, apapun jalan hidup yang akan dia ambil atau pilih dikemudian hari nanti.

Sekali lagi, maafkan aku ya Gendut..

6 Maret 2008

03.30 WIB

2 thoughts on “Sepucuk Surat Untuk Gendut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s