Bang Oji – Dalam Ingatan

17 Maret 2009

Pagi menjelang siang saya menerima sebuah kabar duka dari Cipluk. Melalui YM Cipluk memberitahu saya kalau salah satu dosen sekaligus pembimbing terbaik yang pernah kami miliki telah berpulang. Bang Oji, begitu kami memanggil beliau. Tidak hanya mengajar di FISIP UI, Bang Oji juga menjadi dosen di universitas swasta lain. Tapi setahu kami, tak ada mahasiswanya dari kampus lain memanggilnya dengan sebutan Abang.

Menerima kabar itu saya terdiam sejenak. Berkali membaca YM dari Cipluk. Bolehkah sejenak saya merasa tak percaya…? Ya, saya, kami, mahasiswa komunikasi FISIP UI merasa sangat kehilangan dirimu, Bang.. Masing-masing dari kami pasti langsung “melayang” ke masa “lampau”. Dimana kami masih bersama abang…

Saya? Saya teringat kira-kira satu tahun lalu. Ketika saya diberitahu bahwa saya mendapatkan giliran pertama untuk sidang diantara anak-anak bimbingan Bang Oji. Yang membuat agak panik adalah sidang akan diadakan satu hari setelah hari pemberitahuan. Jadi saya hanya punya waktu keesokkan harinya saja untuk menyiapkan segala sesuatu. Kemendadakan membuat otak saya tiba-tiba membeku. Bang Oji sedang berada tepat disamping saya ketika itu. Kami memang sedang mengobrol. bukan waktu bimbingan seingat saya, hanya mengobrol. Hahahaha bahkan sebenarnya Bang Ojilah yang menerima telepon dari sekretariat dan memberitahukan tentang sidang anak-anak bimbingannya. Bang Oji merangkul saya. Mungkin ia menyadari tatapan blanky saya. Rangkulan dan tepukan dibahu, selayaknya seorang ayah yang ingin mengatakan, “Tenang aja. Pasti bisa kok kamu.”

Ingatan saya melayang lagi. kali ini ke waktu saat saya dan teman-teman satu bimbingan berada di Blog, sebuah cafe sekaligus toko buku yang ada di FISIP. Waktunya bimbingan, yup. Diantara bimbingan dan mengobrol saya lupa bagaimana awalnya, kami lantas setengah berdendang beberapa lagu hahahaha. Dan salah satu lagu favorit Bang Oji (kebetulan juga favorit saya dan Lela) adalah ‘Tak Kan Terganti’ yang salah satu versinya dinyanyikan oleh Dea Mirella.

Hmm… Bang, makasih ya sudah membantu skripsi saya..🙂 Makasih sudah menyemangati saya ketika tahu bahwa bertemu dengan Mba Fira Basuki bukan hal yang mudah..🙂 Makasih untuk bilang ke saya, “Masa penulis ga suka bawa buku. Penulis itu harus bawa buku kemana-mana dong.” Trus saya langsung ngeluarin semacam buku note saya, “Ini saya bawa Bang.” hehehe.. Makasih Bang untuk membuat saya lebih mengerti tentang Cyber PR, juga Publisitas melalui internet.. Saya dapat nilai B+ untuk skripsi saya, dengan angka 81 atau 82 saya lupa. Dengan waktu 2,5 bulan untuk sebuah skripsi dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif, B+ nggak buruk-buruk amat.. Ya kan Bang? hehehe…

Allah… Makasih ya sudah kasih saya kesempatan jadi anak bimbingannya Bang Oji. Terima segala amal dan ampuni segala dosa Beliau ya Allah… (amin).

Bang ini aku tadi cari liriknya… Lagu yang waktu itu kita nyanyi-in bareng di Blog…

Takkan Terganti
Dea Mirella

Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah ku kira
Bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisi ku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanya kau yang berada di relung ku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku
Jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti

Tak pernah ku duga
Bahwa akhirnya
Tergugat janjinya
Dan janjiku

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanya kau yang berada di relungku

Hanyalah dirimu
Mampu membuatku
Jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti….

Mes…ki… waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanya kau yang berada di relungku

4 thoughts on “Bang Oji – Dalam Ingatan

  1. Hanya menambahkan sebuah kenangan manis yang tak terlupakan…

    tempatnya saya lupa dimana…tapi ketika itu saya sedikit mendendangkan sebuah lagu yang beliau sebut sebagai lagu kenangannya dengan Bunda (alm.istrinya)… Sebuah lagu lawas yang juga merupakan lagu favorit saya..begitu indah mengiringi perjalanan cinta mereka dan cinta semua insan yang benar – benar mendalami makna syair dan lirik lagu ini…

    Sayang, saya lupa penyanyi dan judul lagunya..tapi dengan pikiran melayang kembali ke masa lalu, saya menuliskan lirik lagu tsb sambil berdendang dalam hati dengan perasaan antara sedih tapi juga tersenyum manis sambil menahan sebuah hati yang kehilangan “SANG GURU”

    Sebuah kenangan :

    Cinta yang tulus di dalam hatiku
    Telah bersemi karenamu
    Hati yang suram kini tiada lagi
    Telah bersinar karenamu

    Semua yang ada padamu
    Membuat diriku tiada berdaya
    Hanyalah bagimu hanyalah padamu
    Seluruh hidup dan cintaku

    Biarkan hujan membasahi bumi
    Atau bulan yang tiada berseri
    Namun jangan kau biarkan cintaku
    Yang tulus suci hanya padamu

    Semua yang ada padamu
    Membuat diriku tiada berdaya
    Hanyalah bagimu hanyalah padamu
    Seluruh hidup dan cintaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s