Gusti…

Hhhh…

Jadi begini rasanya Gusti…

Rasa seperti tak berguna…

Sekuat apapun aku mencoba tetap tak berguna…

Kenapa Gusti?

Kenapa tetap merasa aku bukan siapa-siapa…

Dan tak berguna…

Sebegini beratkah keadaannya?

Dan aku tetap tak bisa mengelak dari jalanMu, Gusti…

Meski kadang sudah terasa lelah sekali di sini…

Kadang seperti harus bertahan seorang diri…

Jadi begini rasanya Gusti?

Dihantui rasa mencari…

Dan aku tak tahu apa yang dicari dengan pasti…

Bolehkah aku benci Gusti…?

Benci dengan diriku sendiri…

Bolehkah…?

Hhhh…

2 thoughts on “Gusti…

  1. Gusti berkata, “kenapa tidak? Benci juga rasa. Yang tidak boleh adalah ketika kamu terus merasa benci dan tidak ingin berhenti merasa begitu.”

    Kamu adalah siapa siapa.
    Siapa siapa adalah kamu.
    Apa yang kamu jalani tidak seberat apa yang ada di pikiranmu.
    Kamu mungkin lelah.
    Aku juga begitu.
    Kamu mungkin suda beratus ratus kali terjatuh, terpelosok, terjerembab, bahkan DIA hampir mengambil nyawamu.
    Tapi bukan itu.
    Hidup bukan hanya sekedar terjatuh lalu menangis.
    Tapi terjatuh, terluka, menangis, berdiri, kemudian berkata, “aku masih sanggup berlari!”.

    *ngomongapasigwyak*
    Akuu bertahaaaaan.. lalalalaaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s