Saat Terlemahkan

Sometimes the system goes on the blink
And the whole thing turns out wrong

Hampir setaun lalu aku berjanji, bertekad untuk tidak mudah dijatuhkan, tidak mudah terlemahkan, tidak manja, tidak cengeng. Dan ternyata tergoyahkan semuanya. Aku belum sekuat itu rupanya ya.. hahaha..

Coba ku kumpulkan semua semangat yang pernah melecutku ketika itu. Ku ingat-ingat lagi bagaimana mereka mereka mengatakan bangga padaku.. Bahkan aku juga coba mengingat mereka yang mengatakan aku bodoh dan aku jadikan itu juga sebagai bahan lecutan agar nantinya bisa membuktikan sesuatu pada mereka..

Sekarang rasanya… Entahlah.. Aku merasa terlemahkan, sangat… Mungkin karena sudah berulang kali.. Terangkat, dijatuhkan, terangkat, dijatuhkan.. Lengkap dengan segala macam tuntutan, pertanyaan, keharusan menjawab.. Entah siapa yang mengharuskan juga.. Hahaha.. Plis, jangan tanya..

Tekadku, keinginanku, bahkan niat baikku, rasanya semua terlemahkan.. Jangan menangis! Aku melarang diriku untuk menangis. Pokoknya jangan sampai ada setitik airmata keluar!! Keras, ya.. mungkin aku sudah lama tak keras pada diriku sendiri.

Kalau kata Krisdayanti tuh ya, ” aku harus setegar karang kokoh berdiri di lautan yang takkan hancur karena ombak yang tak tentu menerjang.”

Setegar karang?? Yang bener? faktanya aku nggak setegar karang dan sepertinya mudah hancur karena ombak yang menerjang (yaolooo melow bener gini ya jadinya..)

Ini bukan tentang penyesalan atas sebuah keputusan. Sama sekali bukan.. Ini hanya tentang sebuah kelelahan.. (humm.. sepertinya sih begitu..) Aku tahu kalau aku harus menerima segala konsekwensi dari semua keputusan yang sudah aku buat dalam hidup. Hanya saja kali ini Kenyataan Vs Aku cukup membuat perasaan dan emosiku kewalahan.

Masih tetap ada yang indah. Bahkan sepertinya terlalu indah untuk diberikan kepada seorang aku.. (Sekarang ganti aku yang seakan gak percaya bisa ada makhluk seindah dia..)

“Would u hold my hands? And we’ll gonna go through this together rite?”

Begitu ucapnya padaku pada suatu malam. Ucapan yang sungguh sangat berarti..🙂 Seperti mendapat lentera yang membuatku bisa tetap berjalan dalam gelap meski dengan tertatih.. Dia menggenggam tanganku begitu eratnya. Benar-benar berniat menjaga, bahkan dalam penatnya..🙂 Lalu aku mencoba meneruskan perjalanan. (Saling menemani dengan dia).

Jadi siapa bilang hidupku tidak seimbang? (Good times, Bad times, give me some of these). Hidupku seimbang, jika tidak melihatnya hanya dengan kacamata cinta laki-laki dan perempuan semata itu saja. Kalau ada yang bicara tentang jodoh, aku katakan jodoh tak akan kemana (selama hati tetap terbuka). Mungkin karena itu aku tidak terisaukan.

Kemudian yang terlemahkan terus berjalan.. Saat terlemahkan terhadapkan sebagai sebuah kenyataan. Berharap tidak mematikan..

One thought on “Saat Terlemahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s