Enough

Saya tahu saya sudah melakukan sesuatu yang buruk kepadamu. Saya juga tidak kaget kamu memandang saya sebagai seorang musuh. Tapi pernahkah kamu berpikir tentang dirimu sendiri? Tentang dirimu yang terus menerus memojokkan saya sehingga saya dapat menjadi seseorang yang jahat kepadamu.

Saya berulangkali memberi kamu tanda tentang apa yang saya rasa, tentang apa yang saya setujui dan tidak setujui. Saya memberikan tanda kepadamu dengan sedemikian jelas karena kamu tahukan, dan hampir semua orang yang mengenal saya tahu kalau saya sungguh tidak pandai berpura-pura. Namun kamu tidak pernah menyadarinya.

Lalu semuanya terbuka. Saya sempat berpikir airmatamu adalah airmata kaget sekaligus ingin tahu mengapa semuanya bisa terjadi. Saya pikir kamu akan mulai berubah dan tidak hanya menyalahkan saya. Namun saya salah. Kamu tetap menyalahkan saya. Tetap tidak mau coba melihat ke dalam dirimu dan bertanya (at lease pada saya) kenapa keadaan bisa jadi seperti sekarang.

Ups, saya lupa. Sejak dulu kamu memang tidak pernah bertanya kenapa. Kamu tidak pernah ingin tahu kenapa dan ada apa sebenarnya. Kamu mungkin memang tidak pernah peduli selain pada perasaanmu sendiri. Maaf kalau ini terdengar kasar (dan juga jahat).

Kemudian cukup bagi saya untuk memulai lebih dulu memperbaiki keadaan yang ada. Enough… Hanya itu rasa yang saya rasakan saat ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s