Sebulan Seperti Mimpi

Sebulan ini semuanya terasa seperti mimpi saja buat saya. Dari Jakarta meluncur ke Surabaya, Jakarta lagi terus ke Medan. Pulang lagi sebelum pergi ke Makasar, Disambung Denpasar yang terakhir. Ada keruwetan, kekesalan, kadang emosi tidak bisa lagi disembunyikan dari raut wajah. Namun semua orang berusaha untuk mengutamakan tujuan utama kami. Bekerja. Mengenalkan Kantor Berita ANTARA lebih dekat kepada masyarakat luas. (Jiahhhhh ^_^ ) Tapi itu beneran kok. Saya merasa semua orang di tim kami berusaha sekuat tenaga nggak mencampurkan emosi pribadi di dalam pekerjaan yang sedang kami jalankan.

Diantara makan dan tidur, yang paling tidak beraturan adalah yang kedua, tidur. Seringkali saya dan teman-teman baru tidur larut malam namun harus bangun pagi-pagi sekali esoknya.

Khusus ketika di Bali. Hari terakhir saya di Bali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadilah saya, Mba Tika, Mba Diah dan Mas Wawan Sholat ied di Lapangan Renon, Sanur. Katanya Dhanny sih, Renon itu Mentengnya Denpasar gitu deh.

Minggu sore kira-kira pukul 4, saya tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Mimpi” saya masih berlanjut. Saya dihadapkan pada keadaan dimana saya tahu orang yang paling saya percaya ternyata tidak mempercayai saya lagi. Entah apa yang membuat pikiranya tiba-tiba berubah jadi seperti itu. Jangan tanya bagaimana saya menghadapinya. Saya kalut. Orang yang paling saya percaya membuat sebuah luka baru. Luka yang dulu juga pernah ditorehkan seseorang yang sangat berarti untuk saya. Luka yang mati-matian berusaha saya sembuhkan dan saya enyahkan dari ingatan saya.

Well.. Ada lagi orang lain. Hari ini. Yang entah mengapa tidak seramah seharusnya. Hah! And i feel enough. Otak saya sudah tegang, kaku semenjak di Surabaya. Emosi saya tidak selalu stabil di setiap daerah. Pekerjaan tidak selancar yang diharapkan. Lalu ketika kembali ke “Rumah” bolehkah saya berharap semuanya baik-baik saja…? Tidak usah menjadi istimewa, hanya baik-baik saja…

Ini seperti mimpi…

But, however.. Makasih Allah. Makasih untuk segala rahmat, hidayah dan Rizki yang telah Engkau berikan kepadaku dan orang-orang yang aku sayangi. (Amin).

Oh iya Allah.. Saya ingin punya waktu untuk main-main dong.. Sekedar melemaskan otak saya yang belakangan berkerut.. Boleh ya.. ^_^

4 thoughts on “Sebulan Seperti Mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s