Kenapa Dia Menangis?

Dia menangis dalam diam.

Airmata sedikit membuat wajah menjadi kusam.

Dan awalnya dia ingin menyembunyikan.

Tak ingin kamu tahu apa yang ia pikirkan.


Airmata mengalir ketika doa tentangmu teruntai di hati.

Memilikimu seperti sebuah mimpi.

Dia memelukmu semakin erat.

Buat dia kamu lebih dari si pelepas penat.


Kenapa dia menangis?

Bukan karena kamu nakal.

Apalagi karena kamu bengal.

Bukan karena kata-katamu yang kadang begitu pedas.

Bukan karena hatinya sedang panas.


Kenapa dia menangis?

”Apalagi yang dapat aku lakukan untukmu?”

”Apalagi yang dapat menyenangkanmu?”

”Apalagi yang bisa membuat waktu lebih berarti lagi?”

”Apalagi? Apalagi? Apalagi?”


Kenapa dia menangis?

Karena dia sedang mencari cara untuk membuatmu lebih bahagia.

2 thoughts on “Kenapa Dia Menangis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s