Beri Aku Hidupku

Ia beranjak dari tempatnya. Aku yang sedari tadi memperhatikannya kemudian berjalan mengendap-endap menuju meja itu. Jelas terlihat dilayar netbooknya sebuah tulisan. Dan akupun membaca dalam diam. Mencerna setiap kalimat untuk sekedar mengetahui apa yang sedang ia rasakan dan pikirkan…

Beri Aku hidupku…

Aku menyayangimu.
Mencintaimu.
Sungguh sungguh aku tak berbohong.

Lebih dari bertahun-tahun.
Semuanya terlakukan untukmu.
Tak ada penyesalan.
Yang ada kewajiban.
Terimbangi rasa sayang.

Kini, pada masa ini..
Bolehkah aku meminta satu..?
Hidupku.

Sejak pertama sayapku memang rentan.
Namun begitu aku masih dapat terbang.
Kalaupun nanti sayapku harus pupus atau hilang.
Setidaknya aku pernah merasakan terbang sampai tinggi menyentuh awan.

Sungguh…
Ak hanya ingin merasakan terbang bebasku,
Berpetualang dalam rimbaku,
Melompat-lompat pada ketidakpastianku,
Menyusuri pintu-pintu labirinku.

Aku akan tetap mengingat awalku.
Tak lupa hakekatku.
Dan
Aku mohonkan dengan sangat padamu.
Tolong…
Beri aku hidupku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s