Darah Rendah, Ya sudahlahhhh. Rendah Diri dan Rendah Harga Diri, Yang Bener Ajaaa

Aku punya penyakit darah rendah. Beberapa hari belakangan ini kambuh. Tanda-tandanya aku sudah hafal sekali. Aku suka nggak peduli dengan penyakit yang kambuh-kambuhan. Umm.. kebanyakan orang kayaknya lebih suka mengkhawatirkan kena penyakit darah tinggi. Paling enggak telingaku lebih sering mendengar kalimat, ”Eh, hati-hati loh, bisa kena darah tinggi entar!”, bukan ”Eh, hati-hati loh, bisa kena darah rendah nanti kamu!.” Padahal Hipotensi juga bisa berbahaya seperti halnya Hipertensi.

Mengukur tekanan darah

Oke. So, sekarang aku mau ngomongin tentang penyakit ini saja. Hipotensi.

Setiap penyakit ini kambuh, tekanan darahku bisa hanya mencapai 90/50an. Itu paling rendah. Waktu itu Dokternya sampai heran. Dia geleng-geleng kepala (untuk nggak pakai musik sama lampu kelap-kelip). Saking herannya, nggak jarang Dokter memeriksa tekanan darahku sampai dua kali. Takut salah kayaknya.

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Gejalanya adalah Mata sering kunang-kunang ketika akan berdiri sehabis duduk, pusing-pusing, badan lemah/lesu, bahu kaku, kehilangan keseimbangan badan (aku kadang suka mau jatuh ketika berjalan di tanah yang tidak bergelombang sama sekali), sesak napas, mual, keringat dingin pada kaki dan tangan, haid tidak teratur pada wanita. Dan ya, semua itu ada di aku terutama sekali waktu si Hipotensi menyerang tanpa permisi. Tentu saja, karena Hipotensi bukan tamu. Hehehehe. Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

– Kurangnya pemompaan darah dari jantung.
– Volume (jumlah) darah berkurang.
– Kapasitas pembuluh darah.

Sekarang saja aku merasa pusing sebenarnya. Tapi aku berusaha nggak terlalu merasakannya. Soalnya sehabis memposting ini di blog, aku akan kembali larut dalam pekerjaan di kantor. Butuh KTS, Konsentrasi Tapi Santai buat menghadapi pekerjaan-pekerjaan itukannn.

Penyakitku nggak hanya Hipotensi. Aku ini dari kecil penyakitan. Dulu waktu masih sekolah malah setiap sebulan sekali aku wajib cek up ke Dokter. Habis itu selalu dapat obat baru untuk persediaan satu bulan. Biasanya tanggal 25. Aku sempat nggak suka sama tanggal 25, padahal tanggal lahirku juga tanggal 25.

Aku nggak pernah merasa rendah diri karena penyakitan. Meskipun terkadang penyakit-penyakit itu membatasi ruang gerakku, tapi aku berusaha santai saja. Aku pernah ikut pencak silat. Setiap lari untuk pemanasan aku pasti paling belakang karena nafas dan detak jantungku nggak mampu diajak lari seperti orang-orang lainnya. So what?

Pencak silat

Kalau ke Dufan, aku nggak boleh seenaknya menaiki semua wahana di sana. Ya sudahlah yaaa. Nikmatin saja wahana yang masih bisa dinikmati. Ada yang bilang berarti aku kalau ke Dufan rugi. Ah aku merasa nggak rugi juga ah. Biasa saja. Asyik asyik saja tuh aku kalau ke Dufan.

Darah rendah ya, rendah diri tidak, lalu rendah harga diri?? Cerita jujur ya. Aku pernah menjatuhkan harga diriku sebagai wanita demi seorang laki-laki yang (dulu) aku cintai (Sumpah, jangan pernah menyontoh hal yang ini!). If you asking me, ”Cinta?? Are you sure??” Then the answer is, ”Yes”. Proses pembelajaran yang sangat berharga untukku dari pengalaman itu. Pembelajaran tentang Cinta. Dan aku nggak akan menjatuhkan harga diriku lagi demi apapun, siapapun, terutama laki-laki.

Laki-laki dan Perempuan, keduanya butuh Cinta. Cinta yang menghangatkan, Cinta yang melindungi, Cinta yang saling menghargai, bukan Cinta yang bisa menjatuhkan harga diri. Jika Cinta menjatuhkan harga diri berarti mungkin kamu tidak melihat pada sebenarnya hati, logikamu juga mati. Hahahaha. Ada yang merasa tertamparkah?? :p

Ok Folks. Stop here for today.

Oktaviani, pamit!

4 thoughts on “Darah Rendah, Ya sudahlahhhh. Rendah Diri dan Rendah Harga Diri, Yang Bener Ajaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s