Perubahan Nggak Pernah Berubah

Kehidupan memang nggak pernah berhenti berputar. Siang dan malam terus datang bergantian. Perubahan tak terelakan, sekalipun dalam diam.

Berbagai perubahan juga hadir dalam diri saya. Perubahan yang kadang tak saya beberkan asal muasalnya, sebab musababnya, namun yang terpenting harus tahu apa konsekwensinya. Hey, kamu bisa menanyakannya langsung pada saya dan kita akan berdiskusi tentang perubahan yang terlihat entah pada saya, kamu atau dunia kita.

Ada orang-orang yang tetap berada di sisi, mencoba mengerti ketika perubahan tercipta. Adapula yang mencerca dan mempertanyakan. Adapula yang menjauh walau kejujuran atas sikap berubah sudah dikatakan secara terbuka. Kadang cerca dan berbagai tanya menjadi tanda kerinduan juga kasih sayang meskipun pahit rasanya.

Saya juga suka bertanya bila melihat perubahan. Mengapa berubah? Yang diawal begitu manis, sekarang seolah jadi biasa saja, malah suatu waktu cenderung hambar. Dulu bisa sabar, sekarang sabar hanya seperti kenangan. Yang waktu itu tenang, sekarang bisa terasa (sangat) menyakitkan.

Kemudian yang dulu tersampaikan, sekarang tersimpan. Apakah saya pernah mengatakan kalau ada waktunya saya bisa ”membaca pikiran”?? Itu melelahkan. Mengetahui kebohongan itu melelahkan. Kebohongan kata, kebohongan sikap, kebohongan perilaku. Lalu saya? Kadang saya hanya akan mengikuti kebohongan yang ada. Berpura-pura tidak tahu padahal tahu, berpura-pura tidak mengerti padahal sudah mengerti. Saya juga bisa menyimpan kata yang sebenarnya kepada siapapun juga, kecuali… tak ada kecualinya, apalagi pada orang yang mulai melakukan lebih dulu dari saya. Apakah itu ancaman atau bentuk kemarahan? Tidak. Saya lebih suka menyebutnya sebagai perubahan.

Sampai di situ kemudian selesai. Perubahan akan tetap menjadi perubahan.

Perubahan bisa membuat kita lebih mengerti. Sejauh mana sayang, seluas apa cinta, sedalam apa mengerti. Atau mungkin kita yang belum mau mengakui??

Dalam hitungan singkat perubahan bisa terjadi. Selalu ada latar, walaupun kadang latar sulit dijelaskan. Hanya sulit, bukan berarti tidak ada. Kadang latar masuk akal. Kadang seperti tidak masuk akal tapi perasaan terkuatkan. Hey, perasaan bukan hitung-hitungan dengan angka menjadi tanda kepastian. Seperti ketulusan, yang hanya bisa dijabarkan dengan dirasakan bukan dengan tulisan berlembar-lembar.

Menghadapi perubahan ada kemarahan, ketakutan, kegundahan, kebimbangan, tapi jangan lupakan akan ada juga harapan atau titik awal pembaruan.


Masing-masing punya cara sendiri dan berhak punya cara sendiri untuk menghadapi perubahan. Orang terkasih juga memiliki hak untuk mengingatkan jika kita terus menerus menghadapi dengan cara yang tidak wajar, sekaligus tidak sehat untuk badan.

Saya masih berusaha terus belajar mengerti apa itu perubahan. Mudah-mudahan perubahan juga mau terus belajar mengerti tentang saya.

Sampailah pada titik ini. Pada titik ini saya berubah lebih tua yang kata orang-orang sih seharusnya juga bisa jadi lebih dewasa. Saya sadar satu hal yang pasti harus tetap saya lakukan adalah bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan dan semua yang telah Ia ciptakan, termasuk perubahan-perubahan.

25 Oktober 2010

 

*gambar diambil dari www.matematikacerdas.wordpress.com

4 thoughts on “Perubahan Nggak Pernah Berubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s