Restu Untuk Mata

Saya:  “Aku mau daftar jadi calon donor mata.. Boleh ya dek..”

Si adek:  “Kenapa?”

Saya:  “Karena kayaknya cuma mata organ aku yang masih paling oke.”

Si adek:  “Kenapa mesti donor mata sih!?”

Saya:  “Supaya bisa berguna buat orang lain.”

Si adek:  “Nggak ah!”

Saya:  “Please…”

Si adek:  “Emang si mamah bolehin??”

Saya:  “Aku kan udah dewasa. Nggak usah surat ijin orang tua jadinya. Lagian kayak nggak tahu mamah aja.. Dia tahunya ntar ajalah kalo emang udah waktunya.. Aku mnta tolong adek yang bilang ke mamah..”

Si adek:  “Nggak.”

Saya:  “Nggak gimana???”

Si adek:  “Ya nggak boleh donor mata donor mata-an.”

Saya:  “Ya elah. Kenapa sih dek. Nggak sekarang juga didonorinnya.”

Si adek:  “Pokoknya enggak! Titik!”

Saya:  “Kenapa sih emangnya?”

Si adek:  “Karena aku nggak mau liat mba e dikubur dengan organ yang nggak lengkap!! Ngerti nggak sih!!”

Saya:  ……………. *Huufff… *


Seharusnya aku bisa dengan mudah melakukan semuanya di belakang kamu. Tapi karena kamu adalah adikku (dan justru karena kamu nggak sedarah denganku). Karena kamu salah satu yang paling aku sayang di seluruh dunia… Maka aku nggak akan melakukan itu tanpa restumu..


Sweety, I’m still hoping you can change your mind…

4 thoughts on “Restu Untuk Mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s