Itu Keputusan Mu?? Yakin??

HaišŸ™‚ Sudah lama sekali saya meninggalkan blog ini. Alasannya?? Bekerja dan main. Hehehehe. Terjadi pergantian struktural di kantor dan somehow semuanya menjadi begitu padat. Jikalaupun ada waktu luang saya memilih main tidak di depan PC, karena tubuh saya dengan segala kondisinya tidak dapat lagi selalu bertahan lama di depan PC. Jadilah blog ini terbengkalai.

Sampai dengan beberapa hari lalu. Mampir dua buah komen ke postingan terakhir saya, dari Aldriana yang karya-karya gambarnya selalu saya suka dan dari Mas Razi. Dua komentar mereka sedikit banyak menyemangati saya untuk kembali menulis di blog. Well, terima kasih ya Ald, nggak nyangka masih mau mampir di blog saya meskipun sudah tak ter-update lama. Terima kasih juga untuk Mas RazišŸ™‚

And, here we goes,

Saya selalu diingatkan untuk tidak mengambil keputusan apapun pada emosi meninggi. Emosi meninggi bukan hanya berarti marah, namun juga ketika terlalu senang, dan terlalu sedih.

Pernahkah kamu merasa sudah berbuat yang terbaik yang kamu bisa, namun ternyata tidak cukup baik bagi pihak lain??

Saya pernah.

Adatitik atau waktu dimana kita akan memutuskan bahwa kita harus berhenti. Bukan berhenti karena menyerah. Namun berhenti untuk memulai lagi. Sesuatu yang baru.

Bagaimana kalau keputusan kita salah?? Bagaimana kalau ternyata keputusan yang sudah kita buat tidak juga memperbaiki apa yang kita ingin perbaiki?? Biasanya akan ada keraguan ketika ingin memutuskan sesuatu. Disatu sisi keraguan dapat membuat kita tidak terburu-buru mengambil keputusan dan kembali menganalisa pertimbangan-pertimbangan apa saja yang melandasi keputusan yang kita ambil. Namun di sisi lain, keraguan yang terlalu besar, dapat membuat perjalanan hidup kita tersendat, macet, atau malah stuck (dengan atau tanpa kita sadari).

Tanyakan pada diri sendiri, apakah saya terlalu cepat mengambil keputusan ini?? Atau apakah saya sedang emosi ketika mengambil keputusan ini??

Saya pernah bertanya pada seorang sahabat. Bagaimana cara mengetahui apakah keputusan kita hasil emosi semata atau tidak? Sahabat saya menjawab, tunggu sampai keadaan baik-baik saja. Keadaan kita dan juga keadaan di sekitar kita. Pada saat semuanya sudah kembali normal, apakah kita masih memiliki keputusan yang sama??? Bila ya, berarti keputusan tersebut adalah keputusan yang matang, bukan sekedar karena emosi.

Hal lain yang harus selalu diingat adalah dalam setiap keputusan pasti akan ada konsekwensi-konsekwensi yang harus diambil. Bila keputusan sudah matang, seharusnya kita juga sudah siap menerima segala konsekwensi yang ada.

Seorang manusia dewasa diberi hak untuk memutuskan segala sesuatu dalam hidupnya, dengan mendengarkan berbagai pendapat dari pihak lain, kemudian dapat menyeimbangkan pendapat-pendapat tersebut dengan kata hati juga logikanya sendiri.

Selamat memutuskan, temanšŸ˜‰

 

 

 

Gambar diambil dari http://www.sesawi.net & http://www.denipriyatin.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s