Yang Ada di Dalam Sini Saat Ini

Lantai 19. Senin, 17 Maret 2014

 

Di sebuah film salah satu tokohnya mengatakan, “Hei, masalah besar! Aku punya Tuhan yang lebih besar!!”

 

Saya harus meyakini itu tanpa ada keraguan saat ini.

 

Meeting yang baru saja selesai membuat saya tercenung dan menahan airmata. Kegundahan. Kekhawatiran. Kegalauan. Apalagi kata-kata serupa kata-kata tadi yang bisa saya sebutkan sedang saya rasakan saat ini.

Saya ingin bercerita pada seseorang. Tapi saya tidak ingin hanya menambah masalah yang sedang kami punya. Kalau saya belum bisa memberikan solusi, yah paling tidak saya tidak akan menambah masalah (lagi).

Menjadi dewasa dalam menghadapi beberapa yang tidak begitu baik dalam waktu yang bersamaan sangat nggak mudah buat saya.

 

Tiba-tiba saya hanya ingin (jadi) tidak banyak bersuara.

Tiba-tiba saya ingin berada di suatu tempat yang tidak ada banyak manusia.

Tiba-tiba saya ingin minum hot chocolate.

Semuanya sambil terdiam. Hanya coba mengatur nafas tetap teratur. Mencoba tetap seimbang.

 

Saat-saat seperti ini saya sadar saya tidak boleh jatuh. Apalagi tersungkur.

Saya butuh logika saya. Untuk berhitung setiap langkah.

Saya butuh nalar sehat saya. Untuk berani mengambil resiko.

Saya butuh ke-legowoan hati. Untuk menerima semua yang saat ini ada.

Saya butuh hati saya. Untuk menenangkan – semuanya.

 

Yang pasti. Saya butuh Engkau, Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bantu saya. Saya mohon dengan sangat.

Image

Oh men.. I know this is not gonna be such an easy thing..

 

 

 

 

KEADAAN

Lantai 19

Malam Sabtu, 21 Februari 2014

Untuk seseorang yang sedang (kira-kira sangat) membutuhkan seseorang tapi seseorang itu tidak bisa ada untuknya, saya rasa keadaan saya saat ini cukup baik.

Untuk seseorang yang menerima kenyataan bahwa orang yang dibutuhkan untuk ada di sampingnya ternyata lebih memilih ada untuk orang lain, saya rasa keadaan saya saat ini cukup baik.

Untuk seseorang yang berharap orang yang dia butuhkan akan memiliki sifat “keras kepala” demi dia dan untuk dia, saya rasa keadaan saya saat ini cukup baik.

Entah bagaimana campur aduknya perasaan di dalam sini.

Tidak ada emosi yang keluar berlebihan.

Cukup tenang (Di luar) (dan di dalam tidak tahu harus merasa bagaimana)

Lain kali. Saya akan lebih lagi berusaha untuk ada bagi seseorang yang sedang sangat membutuhkan saya.

Tidak akan membiarkannya sendiri.

Tidak akan membiarkan dia hanya berharap saya bisa ber-keras kepala untuk ada demi dia.

Image

picture taken from: www.newgrounds.com

Coming Soon Moment

For a coming soon moment. Which is supposed to be a good moment to celebrate.

Why I have this “worry” feeling..

Why I have this “afraid” feeling..

Trying to deny those feelings over and over, but finally I just… can’t.

 

For a coming soon moment.

Moment that I should pretending. Not to be me and my self.

Moment that I’m afraid of losing you around me.

Moment that deep inside my heart I don’t wanna be without you.

 Image

For a coming soon moment.

Dear Allah.

Still.

I do feel grateful. I’m here.

Many thanks for everything you already give me.

 

For a coming soon moment.

Dear Allah.

I can’t deny.

Fear and worry does exist.