Vanila Dalam Peralihan

Vanila mulai merasakan adanya masa peralihan. Sssttt.. Jangan berpikir yang macam-macam. Vanila hanya merasa ramai dunianya berkurang begitu cepat dan tiba-tiba. Jeritan yang biasanya ada berkurang, Protes-protes yang biasa hadir malah nyaris nol, Celotehan jadi jarang terdengar.

Vanila tahu ini semua proses yang sewajarnya terjadi dan sudah seharusnya ia bersyukur proses ini ada. Hanya saja rasanya sedikit aneh. Kadang malah terasa seperti kehilangan setengah raga. Tidak tahu harus berkata apa meski sudah ditanya. Sepertinya hanya ingin melihat keluar jendela saja. Memandang suasana Jakarta, mengamati gedung-gedung bertingkat yang tersebar sejauh mata memandang.

“Hhhhh..” Vanila jadi hobi menghela nafas. Entah mengapa menghela nafas menjadi hobinya beberapa hari terakhir. Sepertinya sejumput vitamin perlahan hilang akhir-akhir ini. Vitamin apa?? Vanila juga tidak tahu apa nama vitaminnya itu.

Mungkin Vanila mulai harus membiasakan keadaan jadi seperti sekarang. Atau… Apa mungkin tugas Vanila kali ini sudah mulai menemui ujung… Sudah hampir selesai… Hmm.. Vanila sungguh tidak mau setahun terakhir hanya menjalani catatan tugas dalam kehidupannya. Setahun terakhir adalah nyata bahagianya. Jadi Vanila ingin memohon agar bukannya sekedar tugas yang diberikan padanya dalam satu tahun terakhir.

Ya ya ya.. Vanila hanya sedang dalam proses peralihan. Coba saja kau tambahkan whip cream. Tapi dimana belinya ya? Vanila, aku juga tidak tahu.