Kamu, Aku Khawatir

Berbagai pikiran memenuhi kepala ini. Tentang kamu. 

Bagaimana nanti atau nanti bagaimana sudah tercampur. Aku bahkan sudah susah membedakannya. Padahal biasanya, aku sangat bisa memisahkan harus berpikir yang bagaimana. 

Biasanya. Dan kamu katakan berulang kali kalau kita memang tidak biasa. Kita luar biasa.

 

 

Aku sampai tidak mengerti harus berdoa dan memohon yang bagaimana pada Tuhan. Aku bingung. Aku khawatir. Ya khawatir teramat sedemikian rupa. Tentang kamu.

Aku pun tahu. Aku juga mengerti. Kamu juga pasti khawatir. Sama seperti aku. 

Image

Apa yang bisa aku lakukan?? Aku bisa berbuat sesuatu apa?? Itu yang terus aku tanyakan pada diriku. Untuk dapat paling tidak sedikit meringankanmu.

Aku hanya ingin kamu tahu. Sekarang ada aku. Mulai saat ini kamu punya aku. Dan apapun itu, kamu tidak akan lagi hadapi segalanya sendiri. 

Image

Dan ya, sayang. Aku mengkhawatirkan kamu. Teramat sedemikian rupa. 

Advertisements

DALAM SEBUAH JARAK

Dekat.

Dalam jarak? Dalam rasa? Dalam ikatan?

 

Jauh.

Dalam jarak? Dalam rasa? Dalam ikatan?

 

Jauh yang mendekatkan.

Ketika tak sering saling melihat, namun ada cerita yang mengikat.

Saat sering berada di hadapan, tapi saling sibuk sendirian, ikatan mudah terlepaskan.

 

Ada apa, sayang?

 

Aku tak tahu sudah seberapa panjang langkahmu.

Aku tak tahu bagaimana pencapaianmu.

Aku tak lagi tahu apa yang sedang terjadi dalam hidupmu.

 

Aku coba ingin tahu, mencari tahu.

Agar bisa mendampingimu.

Tapi seolah sedang ada jarak di hadapku.

Tak tahu siapa yang membuat, aku atau kamu?

 

Aku harus bagaimana, sayang?