Sholat Idul Adha Di Bali

Saya lagi ngawang nih. Lagi “dapet” hari pertama. Hampir pingsan tadi pagi pas berangkat ke kantor. Sekarang rasanya ngawang. Saya mesti bikin rundown sama script MC buat acara penandatangan sama Kantor Berita Taiwan, sama Taiwan Radio International juga. Nggak, nggak, ‘epse’ nggak ikutan diacara penandatanganan ini. (yaiyalah odonggg).

E iya, sesuai judulnya saya mau cerita tentang sholad idul Adha di Bali beberapa waktu lalu itu lohhh.

Begini ceritanya.

Saya sekamar sama Mba Tika. Kita bangun telat. Jam enam kurang lima belas mba Tika teriak teriak karena jenggotnya kebakaran. Nggak nggak, bukan bukan. Mba Tika teriak-teriak bangunin saya karena shock ngeliat jam udah jam enam kurang lima belas itu. Padahal gosip-gosipnya sholat ied di situ mulainya jam enam. Saya sama teman-teman yang sholat ied secara kita juga bukan penduduk lokal niatnya jangan sampe bangun kesiangan. Tapi yah apa daya.

Mba Tika (lari bolak balik bolak balik panik): Estiiiii!!! Bangun Tiii!!! Telattt kitaaaa!!!

Saya (bingung ngeliatin mba tika bolak balik): Hoaammmm, Iya iyaaa.

Mba Tika: Gw mandi duluan dehhh!!

Saya (pasrah): Ho’oh

Mba Tika mandi, saya? saya ngelipet lengan kemeja yang mau saya pake sholat. Tu kemeja adalah satu-satunya pakaian yang pantes buat dipakai Sholat Ied. Baju saya yang lain tinggal sisa kaos. Ad batik tapi udah dipakai alias kotor.

Selesai Mba Tika mandi, gantian saya yang masuk kamar mandi (kalo masuk bilik tandanya mau nyoblos). Belum ada lima menit saya di kamar mandi, Suara Mba Tika terdengar lagi.

Mba Tika: Estiiiiii, cepetaaannnn Tiiii! Udah telattt kitaaaa!

Saya (Bales teriak dari dalam kamar mandi): Iyeeeee! Set Dah! Bentar dulu kenapaaaa!.

Fyi yah, paling nggak suka deh diburu-buru kayak bgitu.

Keluar dari kamar mandi saya masih bekah bekuh.

Saya: Ini masih jam enam lewat dikit gituuuu. Bukannya Sholat Ied mulainya jam 7 yahhh.

Mba Tika sibuk beberes apa-apa yang mesti dibawa.

Saya, mba Tika sama Mba Diah plus Mas Wawan akhirnya Sholat di Lapangan Renon gitu. Lapangannya luassssss deh (klo biasa aja namanya aula, dongo). Sampe di sana kami ngeliat banyak banget balon-balon mainan dengan bentuk Motor-motoran, Sponge Bob, Dora, Diego, dll. Banyak banget ibu/bapak yang sholat bawa anak-anaknya beli balon-balon itu. Jadi deh Sponge Bob, Dora sama Diego ikutan sholat ied.

Di Lapangan Renon itu ada Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Bentuknya kayak mini candi borobudur gitu.  Katanya di dalemnya ada museumnya. Tadinya pengen banget masuk museum itu. Tapi ternyata waktunya nggak cukup karena mesti cepet-cepet check out dari hotel, abis itu ke Bandara deh.

Selesai sholat, kan ada ceramah dulu kan. Ada orang-orang yang sudah pulang pas ceramah masih berlangsung. Terussss, tiba-tiba khotibnya ngomong sambil teriak.

Khotib: Jangannn pulang duuluuu!! Dengarkan ceramah ini sampaii selesaii!! Berhentiii!! Jangann pulanggg duluuu!!

Gitu deh kira-kira.

Saya pandang-pandangan sama mba tika sama mba Diah (Klo pandang-pandangan sama bule ganteng ntar gw flirting). sampe segitunya tu Khotib teriak. Udah kayak ngajakin jihad. Habis itu, yang mau pulang mah teteppp ajaa pulang. Nggak peduli ada yang neriakin.

Ketika menuju tempat parkir saya, mba diah dan mba tika ngeliat ada tukang sate. Baunya enak deh. Tu asep sate udah nyebarin wangi kemana-mana. Didorong oleh rasa lapar, ngebayangin makan sate kayaknya enak. Ternyata Mba Tika sama Mba Diah juga memiliki angan-angan yang sama dengan saya. Hihihi.

Dengan gegap gempita kamipun mendekati si tukang sate. Terus mengamati lebih dulu karena si tukang sate sedang melayani pembeli.

Mba Diah: Eh sate apaan ya tu???

Mba Tika: Eh iya. Enak kayaknya.

Saya (Sotoy): Sate kikil deh kayaknya.

Mba Tika: Kikil apa ayam itu???

Mba Diah: Beli yuk beli yuk, Laper nih.

Saya: Iyah, laper.

Kami pun mulai antri.

Saya (sambil senyum maniez): Pak, ini sate apa Pak?

Penjual sate (cool): Babi

Saya: (senyum kaku binti pait)

Mba Diah: Hah?? Babi yah???

Saya: ho’oh

Mba tika: Eh apaan tadi itu sate?? Babi??

Saya: Iye.

Mba Diah: Kita udah ngirup baunya. Haram nggak tu bau nya???

Mba Tika: Iyah, baunya wangi.

Saya: Sayang babi..

:p

Kami pun langsung beranjak menuju tempat parkir menunggu Mas Wawan dan Mas Dhanny, kemudian balik ke Hotel.

Advertisements

PEOPLE, saya dapat pastikan kami BEKERJA!

Hellow Teman! 🙂

Well, postingan saya kali ini SPESIAL buat mengeluarkan uneg-uneg saya atas beberapa respon negatif tentang kegiatan Roadshow saya dan tim. Suara-suara sumbang itu berkata bahwa kegiatan Roadshow ini hanya jalan-jalan dan buang-buang duit belaka.

Well, I’m telling u who said like that to SHUT UP ur mouth!!

Then try to read my posting here carefully.

Roadshow ini merupakan bagian dari program PROMOSI departemen Sekretariat Perusahaan. Selain itu Roadshow yang isinya antara lain Pameran Foto Jurnalistik , Kuliah Umum , Workshop Jurnalistik Tulis & Foto, plus Mitra Gathering dan Seminar khusus di Biro Sumut, juga bertujuan untuk mendekatkan perusahaan kami sebagai the one and only Kantor Berita Nasional milik Indonesia kepada masyarakat luas.

Program diakhir 2009 ini hanya pembuka. Kami pionir untuk perusahaan kami. Hasilnya tentu saja nggak bisa langsung terlihat (emang loe pikir kontes nyanyi instan). Orang cerdas pasti MENGERTI untuk mempromosikan sesuatu/seseorang, untuk membuat sesuatu/seseorang lebih dikenal baik oleh masyarakat luas, untuk membentuk sebuah image akan sesuatu/seseorang dibutuhkan waktu LEBIH DARI SEMALAM. Means: Satu kali ROADSHOW itu NGGAK CUKUP.

And DON’T even DARE to think that I and whole of my TEAM just PLAYING AROUND! We did all seriously! Dari awal sampai sekarang masuk dalam proses pembuatan laporan kegiatan. Kami lembur untuk memastikan kesalahan minimal dalam proposal kami. Belum lagi beberapa nada kasar bahkan kadang sedikit kasar dari berbagai pihak yang mendarat di telinga kami. Berhubungan dengan sponsor yang “merasa tinggi hati” karena telah menjadi sponsor. Capek fisik? Ya. Otak? Pasti. Lalu kami menyerah? Hampir mungkin. Tapi NGGAK. Kami nggak menyerah, karena segala sesuatu yang baik harus ad yang memulai. Kami yakin program ini untuk sesuatu yang baik.

Sampai di setiap daerah, (sekali lagi) DON’T u ever DARE to THINK that we could HAVE some WALK for FUN! No! Saksi adalah para karyawan dan kepala biro daerah kalau kami masih rapat sampai lewat jam 9 MALAM. Untuk apa? Membahas Rundown, membahas materi dan perlengkapan Pameran Foto, pengaturan dana supaya CUKUP, mengatur SOUVENIR-SOUVENIR yang kita bawa dari jakarta sebanyak 2 dus untuk setiap daerah. Belum lagi kami harus mengatur printal-printil tapi penting seperti konsumsi, pengisi acara, Skrip MC. We did all those stuff seriously! NO REGRET!

Tidur nyolong-nyolong setiap ada kesempatan. Ya di mobil, di sofa kantor Biro, Makan juga nggak selalu teratur (Nggak jarang kami makan di makanan tenda pinggir jalan). Kami juga harus sabar mengalami delay penerbangan yang bahkan pernah sampai pukul 00.00WIB. Karena salah satu sponsor kami adalah Maskapai Penerbangan dengan jumlah pesawat yang sangat sedikit, maka kami juga lebih dari satu kali mendapat jadwal penerbangan pagi-pagi buta. Pukul 4.00 Subuh sudah mesti check in di Soekarno Hatta. Sampai di lokasi roadshow dua jam kemudian (atau tiga jam bila ada perbedaan waktu). Jangan sangka kami langsung istirahat. Yang ada kami rapat dulu dengan teman-teman di Biro daerah.

Kami mengambil segala yang tidak baik menjadi konsekwensi kami. No Regret. But please.. Don’t judge what we did if u don’t know nothing about it.. Me and my Team really do working in Surabaya, Medan, Makasar and Denpasar. Kami berusaha tetap menciptakan senyum dan tawa disela kesulitan-kesulitan yang muncul.

Sekarang saya dan Tim sedang mengerjakan bahan-bahan untuk Laporan Kegiatan. segala macam dokumentasi dikumpulkan, Kliping korang yang memuat acara disatukan, Laporan keuangan dihitung teliti agar tidak ada yang salah dan terlewat.

Kegiatan kali ini hanyalah kegiatan “pembuka”. Perusahaan ini butuh banyak kegiatan semacam itu. So PEOPLE.. program ROADSHOW sama sekali bukan program jalan-jalan untuk kami. PEOPLE, saya dapat pastikan kalau kami BEKERJA.

Salam!

Sebulan Seperti Mimpi

Sebulan ini semuanya terasa seperti mimpi saja buat saya. Dari Jakarta meluncur ke Surabaya, Jakarta lagi terus ke Medan. Pulang lagi sebelum pergi ke Makasar, Disambung Denpasar yang terakhir. Ada keruwetan, kekesalan, kadang emosi tidak bisa lagi disembunyikan dari raut wajah. Namun semua orang berusaha untuk mengutamakan tujuan utama kami. Bekerja. Mengenalkan Kantor Berita ANTARA lebih dekat kepada masyarakat luas. (Jiahhhhh ^_^ ) Tapi itu beneran kok. Saya merasa semua orang di tim kami berusaha sekuat tenaga nggak mencampurkan emosi pribadi di dalam pekerjaan yang sedang kami jalankan.

Diantara makan dan tidur, yang paling tidak beraturan adalah yang kedua, tidur. Seringkali saya dan teman-teman baru tidur larut malam namun harus bangun pagi-pagi sekali esoknya.

Khusus ketika di Bali. Hari terakhir saya di Bali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadilah saya, Mba Tika, Mba Diah dan Mas Wawan Sholat ied di Lapangan Renon, Sanur. Katanya Dhanny sih, Renon itu Mentengnya Denpasar gitu deh.

Minggu sore kira-kira pukul 4, saya tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Mimpi” saya masih berlanjut. Saya dihadapkan pada keadaan dimana saya tahu orang yang paling saya percaya ternyata tidak mempercayai saya lagi. Entah apa yang membuat pikiranya tiba-tiba berubah jadi seperti itu. Jangan tanya bagaimana saya menghadapinya. Saya kalut. Orang yang paling saya percaya membuat sebuah luka baru. Luka yang dulu juga pernah ditorehkan seseorang yang sangat berarti untuk saya. Luka yang mati-matian berusaha saya sembuhkan dan saya enyahkan dari ingatan saya.

Well.. Ada lagi orang lain. Hari ini. Yang entah mengapa tidak seramah seharusnya. Hah! And i feel enough. Otak saya sudah tegang, kaku semenjak di Surabaya. Emosi saya tidak selalu stabil di setiap daerah. Pekerjaan tidak selancar yang diharapkan. Lalu ketika kembali ke “Rumah” bolehkah saya berharap semuanya baik-baik saja…? Tidak usah menjadi istimewa, hanya baik-baik saja…

Ini seperti mimpi…

But, however.. Makasih Allah. Makasih untuk segala rahmat, hidayah dan Rizki yang telah Engkau berikan kepadaku dan orang-orang yang aku sayangi. (Amin).

Oh iya Allah.. Saya ingin punya waktu untuk main-main dong.. Sekedar melemaskan otak saya yang belakangan berkerut.. Boleh ya.. ^_^

Surabaya – Medan

Hi Folks.

Tugas Roadshow dari kantor saya sudah melewati dua kota, Surabaya dan Medan. So far saya belum merasa puas akan pelaksanaan di dua kota itu. Kemudian capek juga sudah mulai terasa. Penat.

Saya hanya punya tiga hari di Jakarta. Karena sepulangnya saya dari Medan semalam, hari ini saya mempersiapkan acara untuk daerah selanjutnya,Ujung Pandang – Makasar. Kemungkinan akan berangkat Kamis malam pukul 21.00 WIB dengan pesawat Merpati Nusantara Airlines, salah satu sponsor.

Setelah Makasar. Saya dan rombongan dijadwalkan akan pulang Sabtu atau Minggu Sore. Untuk kemudian kembali berangkat Ke Denpasar pada hari Seninnya. (Hhh.. malah ada kemungkinan langsung menempuh Makasar – Denpasar – transit jakarta)

Saya ingin punya waktu break sedikit untuk saat ini. Waktu dimana saya bisa “meletakkan” otak di atas meja.

….