BI: Penyalahgunaan ATM Dapat Dikendalikan

Still About ATM things! Happy reading! ^_^


Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa masalah pembobolan dana nasabah bank melalui penyalahgunaan kartu ATM sudah dapat dikendalikan dan masyarakat tetap aman menggunakan kartu ATM.

“Dari laporan terakhir bank, sampai dengan hari ini tidak terdapat perubahan yang signifikan atas potensi kerugian material pada hari sebelumnya, yaitu sekitar Rp5 miliar dari 4 bank,” kata Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Difi, BI juga telah memerintahkan bank untuk mengganti kerugian nasabah segera setelah proses verifikasi kerugian selesai dilakukan.

Sementara bank diminta mengganti kartu ATM nasabah yang dicurigai telah dicuri datanya dan melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai keamanan penggunaan kartu ATM. BI juga telah meminta bank untuk memeriksa dan mendeteksi serta meningkatkan keamanan mesin-mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) baik secara sistem maupun secara fisik atau lokasinya.

BI mengimbau agar nasabah selalu meneliti dan memperhatikan kondisi saat menggunakan mesin ATM maupun EDC.

BI juga memberikan sejumlah tips yang bisa digunakan masyarakat agar terhindar dari pembobolan yaitu melindungi kerahasiaan PIN antara lain dengan mengganti PIN secara berkala, menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain, dan tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN

Tips lainnya, memperhatikan kondisi fisik mesin ATM dan sekililingnya dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.

Selain itu, pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM di merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memperhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah diimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat atau kepada pihak berwajib.

BI juga menyarankan agar nasabah segera memblokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi, mencari lokasi ATM yang relatif aman, dan tidak mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM. (*)


Sumber: http://www.antaranews.com

Advertisements

SARAN AMAN Ber-ATM DARI MANTAN PEMBOBOL REKENING

Dapet dari millis kantor nih guys! Semoga berguna 🙂

Skimming yang menelan korban nasabah bank di Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia tidak menggunakan teknologi canggih. Dengan alat dan trik yang sederhana, pencuri dengan mudah menyedot aset nasabah.

Kesederhanaan modus ini diungkap oleh Dan DeFelippi, mantan pencuri identitas nasabah kartu debet dan kartu kredit. Kini DeFelippe “telah insyaf” setelah ditangkap polisi AS tahun 2003 lalu dan kini bekerja sama dengan aparat hukum guna membongkar jaringan jahat di internet.

DeFelippe menyatakan, untuk mencuri identitas pemilik kartu kredit, dia cukup membeli nomor kartu kredit. “Anda dapat memberi nomor kartu kredit seharga satu dolar, dua dolar atau tiga dolar,” katanya seperti dilansir www.13wham.com di Rochester, New York.

Website ‘bawah tanah’ juga menyediakan trik jahat ini. “Orang-orang secara aktif menulis informasi dan secara aktif menulis tutorial. Anda bisa mendapatkan daftar itu dengan mudah,” ujarnya.

DeFelippi menyatakan, orang-orang sering bingung di depan mesin ATM dan pencuri tahu itu lalu memerasnya. “Bila Anda dapat memasang steker kamera di komputer dan steker sebuah VCR ke TV, Anda bisa melakukan skimming di ATM. Itu (Skimming) sesederhana itu. Anda bisa memberi piranti keras, yang harus Anda lakukan semua hanyalah mengkoneksikannya, ” ujarnya.

Inilah tips aman dari DeFelippe:

1. Salah satu ciri sebuah alat skimmer telah ditempelkan adalah bila Anda tidak melihat cahaya berpendar LED ketika Anda memasukkan kartu ke mesin ATM. Bisa jadi lampu LED tidak terlihat berpendar karena tertutupi oleh skimmer.

2. Waspadai kotak brosur yang mungkin menempel/di dekat ATM karena kotak brosur itu bisa jadi berguna untuk menutupi kamera tersembunyi untuk merekam gerakan jemari Anda menekan nomor PIN.

3. Biasakanlah menggunakan mesin ATM yang terdekat dengan kediaman/kantor Anda sehingga Anda familiar bagaimana mengoperasikannya dan mengetahui dengan cepat bila ada kejanggalan.

4. ATM drive-through adalah target bagus untuk pencuri identitas karena pengemudi seringkali merasa terburu-buru dengan pengantre lainnya sehingga tidak memberi perhatian lebih.

5. ATM teraman adalah yang berada di dalam bank atau toko yang ramai orang-orang.


6. Waspadalah bila ATM mengaku “rusak/out of order” sehingga uang tak bisa keluar, padahal Anda telah memasukkan kartu dan telah memasukkan PIN.

Di Indonesia, sejumlah bank telah mengumumkan kerugiannya akibat aksi skimmer.

Rinciannya:
* BCA: 200 nasabah dibobol dg kerugian +/1 Rp 5 miliar
* BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta
* BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta.

(sumber: detikcom)

Do You Want Any Celengan, People?

Readers!

How u doin’? Hope it’s good 😉

How’s ur account? Is it good either? 😉

Today in the morning, from the radio I heard about BCA issue. Some customers have reported to BCA it self about their “mysteriously missing” money. Yup, some customers lost their money from their own account. But, this “mysterious” case absolutely has nothing to do with something magic, or Dukun or Voodoo hehehey.

When announcer from my favourite radio announced about this thing, I suddenly think about my mom and dad. They have an account on BCA, and I’m not. Few minutes later the announcer said that it’s happened to customer who was gone to Bali these past few days. In other word the crime occurs through ATM-ATM is located in Bali. I feel a bit relieve. But hey, we have to stay awake from any possibility, right?! According to the BCA, recording the PIN may have occurred. Person or Syndicate who are doing this might an international syndicate, and we have to be careful because they could have done the action outside Bali region.

About BCA, I found this from Mbah Wiki:

Bank Central Asia is a biggest private Bank in Indonesia, founded on August 10, 1955 as Bank Central Asia NV . The Founder is Sudono Salim. The Asian monetary crisis in 1997 had a tremendous impact on Indonesia’s entire banking system. In particular, it affected BCA’s cash flow and even threatened its survival. Panic rush forced the bank to seek assistance from the Indonesian government. The Indonesian Bank Restructuring Agency took over control of the bank in 1998.

Thanks to its management’s business sagacity and shrewd decision making, full recovery was accomplished later in the same year. In December 1998, third-party funds were back at the pre-crisis level. BCA’s assets stood at Rp 67.93 trillion, as opposed to Rp 53.36 trillion in December 1997. Public confidence in BCA was fully restored, and BCA was released by IBRA to BI in 2000.

Well, I’m sure lot of people think that BCA is a very credible Bank. But folks, criminal always trying to find a way to ruin everything. Nothing perfect theory is always valid, people (The only impossible thing is the impossible it self). Any of you interested to save your money in Celengan? Hihihi. I did that. I have a Celengan since about a few weeks ago. When I bought it, I just thought I wanna try saving my coin, or selembar seribu or selembar duaribuan. I think i’ts gonna be fun, in the end when my Celengan is full I’m gonna open it and find “a treasure” . Hihihihi. Honestly, it’s also inspired by Koin Untuk Prita. Hehehehe.

So, Celengan, anyone? :p

Celengan1

Celengan2


Note: Few days ago when Mba Tiara (my colleague) gone to Aceh, I asked her to buy “an Aceh Shirt” for me which is gonna add my collection :p I’m showing it here! Thank you Mba Tiara! ^_^


Kaos Aceh - Depan

Kaos Aceh - Belakang